Sunday, April 28, 2013

Short Course Women Self Defense, Siapa Mau?


Streching di awal latihan
Naomi, Tunggal, Shita, Maya, Muthia (instruktur), Merry, Melly, Sri, Libby

Makin maraknya kasus perkosaan, pelecehan seksual, dan kriminal lain belakangan membuat kaum wanita semakin terancam. Saat diserang atau diancam, wanita cenderung panik dan takut, sehingga sulit berpikir panjang untuk bertindak cepat dan tepat. Women Self Defense (WSD), sebuah strategi beladiri yang dirancang khusus wanita bisa menjadi salah satu solusi.


WSD merupakan intisari dari berbagai cabang bela diri yang khsus dirancang untuk wanita. Mudah dipelajari, singkat, tak memerlukan waktu terlalu panjang untuk menguasainya. Terbetik ide untuk membuka kelas
pelatihan WSD bagi sesama teman-teman wanita.

Diserang saat tidur
Gayung pun bersambut, saya dikenalkan oleh Muthia Esfand, seorang aktivis WSD yang sudah sejak belia menguasai pencak silat dan telah mempelajari berbagai cabang bela diri. Kami bertemu, dan sepakat menggelar semacam training bagi sesama kaum Hawa.

Teknik menendang
Kelas pertama akhirnya diadakan pada Sabtu, 27 April 2013 lalu, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.  Konsepnya berupa shourt course yang berlangsung sejak 13.30-16.30. selama 3 jam full peserta diberi pembekalan seputar WSD yang sudah mampu jadi bekal mereka membela diri dari serangan.  Kelas ini diikuti oleh para wanita karier, yang cukup aware pada keselamatan diri mereka.

Memukul efektif & bertenaga
Latihan dibuka dengan stretching, prolog tentang konsep WSD,  dan mengatur pernapasan. Kemudian peserta diajari dasar pukulan dan tendangan, mengekspor titik rawan tubuh manusia. Sesi selanjutnya adalah bagaimana melakukan kombinasi pukulan dan tendangan. 


Ada juga trik praktis lumpuhkan penyerang seperti melepaskan pegangan, melepaskan dekapan dari depan-belakang, mengatasi cekikan dari depan-belakang, mengatasi todongan senjata, mengatasi percobaan perkosaan. Tidak lupa, pembekalan bagaimana memanfaatkan senjata sederhana dari barang-barang yang biasa dibawa dalam tas saat seorang wanita bepergian.


Latihan memukul ke titik lemah lawan

“Namun yang terpenting adalah bagaimana seorang wanita mampu mengendalikan rasa panik dan takut ketika diserang atau berada di bawah ancaman. Kita boleh panik, tapi cukup sedetik saja. Setelah itu, pikirkan bagaimana melepaskan diri,” pesan Muthia.

Inti dari WSD adalah, setiap wanita memiliki kekuatan yang sering tidak mereka sadari. Bagaimana mengeluarkan kekuatan dan keberanian itu sewaktu dalam keadaan bahaya, itulah kuncinya.
Saat dicekik

Selain sekadar berlatih fisik, kelas ini juga memberi trik-trik bagaimana sebaiknya bernegoisasi dengan penyerang atau pemerkosa, kapan saat yang tepat untuk melarikan diri, dan sejenisnya.

Muthia juga berpesan, sebagiknya wanita rajin olah raga, menjaga kelenturan gerakan, dan membiasakan diri melatih tendangan dan pukulan, agar terbiasa merespon cepat saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Kami akan membuka kembali kelas Women Self Defense (WSD) untuk siapa saja yang membutuhkan. Tertarik? Silakan email saya di magdalena.iskandar(at)gmail.com.

2 comments:

moh shodiq said...

salam knal ,,saya ingin kenal dng ANDA
infit bbmku 74713fab
http://daarussholihin.blogspot.com/

#walidin.net said...

ketika wanita mendapat ancaman memang lebih panik dibandingkan dengan laki laki, karena itu adrenalinnya turun saat itu juga.
JIka pernah atau sering latihan maka untuk menghadapai ancaman jauh lebih tenang dan berpikir strategi berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan, baik self defence ataupun menjebak seseorang yang ingin berbuat jahat.

oh ya ngomong-ngomong blognya udah lama ga update

salam kenal yah