Judul di atas bukan sok nginggris. Tapi
karena judul dalam bahasa Inggris bisa lebih ringkas ketimbang bahasa
Indonesia: “Bagaimana Saya Jatuh CInta pada Samin Surosentiko”. Lagipula, biar
bule-bule tertarik dan baca, eh tahunya kecele, sebab isinya bahasa Indonesia.
Setidaknya sudah membuat lebih banyak orang penasaran dengan nama Samin
Surosentiko.
Saya tidak akan membahas siapa Samin
Surosentiko, sebab sudah cukup banyak literasi tentang orang yang bernama asli
Raden Kohar Surowijaya ini. Googling saja keyword “saminisme” dan “Samin
Surosentiko”, maka muncul banyak link penjelasan mengenai orang yang dikabarkan
sakti ini. Lengkap dengan ajarannya. Bahkan
sejumlah ilmuwan asal Australia, Belanda, Jerman, Jepang, menulis analisa
khusus tentang seorang Samin Surosentiko.
Perkenalan saya dengan masyarakat Samin adalah dari mulut ke mulut. Rata-rata cerita lucu menggelitik. Misalnya jika ke daerah Blora, harus hati-hati saat mengendara mobil. Sebab akan banyak dijumpai orang Samin yang seenaknya saja menyeberang jalan. Kenapa? Sebab mereka berprinsip, itu jalan dibangun di atas tanah leluhurnya, maka mereka bebas saja memakai. Justru para pendatang yang membawa kendaraan lah yang harus tahu diri, jangan sampai menabrak mereka.
Kisah lain yang cukup menggelitik adalah, kalau orang Samin naik kendaraan umum, mereka tidak mau membayar.
Berikut petikan dialognya: