Saturday, November 13, 2010

Sebegitunya?

Masa lalu itu ngga bisa dihapus. Akan terus membayangi seumur hidup, kecuali kita amnesia atau jadi gila. Film ini mengingatkan saya betapa saya malas mengenang masa SD dan SMP. Maaf, teman-teman dan guru SD dan SMP, bukan saya tak tahu diri. Tapi masa itu sungguh bukan masa yang layak dikenang bagi saya.

Dan ada beberapa masa lagi yang tak ingin saya kenang. Kenapa? Uh so personal. Pokoknya itu bukan masa indah dalam hidup saya, walau tetap ada juga celah keindahannya

Bisa sebegitunya hidup gue? Haha.


Suatu saat nanti saya akan menulisnya, dan terpaksa harus mengenang ulang semuanya.
Rekonstruksi.
Reka ulang.

Yang dialami Marni, tokoh utama di film "You Again" ini membuat saya sadar bahwa sekeras apapun usaha buat melupakan masa lalu, akan sia-sia ketika takdir berkata lain. Orang dari masa lalu yang kita emohi, kita sumpah serapahi untuk tak dijumpa lagi, dapat saja hadir dalam hidup kita, bahkan menjadi bagian penting di dalamnya.

Saya agak khawatir.

PS: Maaf mengecewakan, memang ngga pengen meresensi film ini kok. Hanya berbagi apa yang kurasa setelah nonton. Resensinya udah banyak, silakan googling.

2 comments:

Wondering Bioinformatician said...

Ya mer...tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan apapun. Orang bijak bilang, jika akan mendapatkan kebahagiaan, sering kali kita terlalu khawatir karena rasa bahagia tercampur aduk dengan rasa cemas. Terimalah kebahagiaan itu apa adanya..:)

raider said...

Dear Ibu Merry

in your blog = http://revolusihidup.blogspot.com/2006/03/bank-sperma-indonesia.html

someone posting a comment under my name saying like "Gigolo". Can you delete this comment ?

Thanks